Tuesday, 1 July 2014

Belajar kepada Pohon

"Tuhan memiliki pesan rahasia yang harus dibuka dalam hidup ini. Untuk itulah mengapa kita harus belajar sebanyak-banyaknya dan setinggi-tingginya. Silahkan memilih, ingin menjadi pohon yang kokoh dan kuat atau menjadi rumput yang terinjak-injak?"








Tuesday, 3 June 2014

Jagabaya, Garut.


Garut.

Kedua kalinya selama 2 bulan aku berkunjung ke kota tersebut. Jauh sebelum hari berkunjung hari itu, pada tanggal 14 april 2014 tepatnya hari senin pada jam makan siang dan sedang berada di aula kampus. Aku berkata pada Away dan Syarif ingin jalan-jalan ke Sunda. Mereka menyetujuinya dan sedikit menggodaku, sekalian jemput Tian. Pacarku yang sedang arung jeram di sungai Cikandang.
Benar saja, sorenya aku mendapat kabar bahwa tim arung jeram klub pencinta alamku terkena musibah banjir bandang. Aku adalah orang yang sangat cengeng, seketika aku menangis, takut kehilangan teman-teman, memikirkan orang tua mereka, sangat kalut.

Dini hari pukul 1 aku dan mas Ferdi pergi ke Stasiun Poncol dan mencari kereta keberangkatan tercepat. Nihil, tiket telah habis. Maklumlah di sini memang kereta dan tracknya terbatas. Kami memutar otak. Usulan seorang senior supaya naik kereta cirebon ekspres melalui Tegal kami setujui. Berangkatlah malam itu juga. Jalan-jalan dan menjemput teman-teman di Sunda. Berita buruk yang sempat membuatku hampir pingsan adalah, adikku Mifta meninggal. Kematian adalah bagian dari kehidupan. Untung saja aku segera sadar. Hanya pilu yang membekas rasanya seperti terjepit pintu besi yang kokoh dan sempit sekali.

Saat di Garut yang kedua kalinya aku merasa telah sedikit mengenalnya. Banyak nama-nama kecamatan yang ku hapal karena sebelumnya telah datang. Desa sepanjang sungai Cikandang sangat banyak dan terisolir. Kami melewati jalanan makadam yang menyebalkan namun seru. Faran dan Kang Ipe menyebut mereka standing wave, dan setiap turunan adalah hole. Kami bercanda sepanjang jalan sampai aku lupa bahwa mereka adalah bagian dari tim arung jeram yang kemarin terkena bandang. Sungguh mereka adalah orang-orang yang stoic. Aku pernah terhempas dari perahu di Serayu dan merasa luar biasa karena berhasil bertahan hidup karena di tolong syarif. Tapi tian, Dian, Kang Ipe, Faran dan Firas benar-benar hebat. Khususnya Dian, ia adalah anggota tim yang terbawa bandang paling jauh di muara sungai, hampir dekat dengan Mifta. Dian kuat sekali, pikirku.

Tiba di Jagabaya aku langsung duduk di sofa yang empuk. Pak carik dan istrinya menyambutku. Sudah diduga masakan bu carik sangat enak. Mungkin karena sangat lapar setelah hampir 6 jam perjalanan. Keripik pisang makanan yang sangat aku sukai disajikan satu bakul penuh dan sangat enak. Aku dan teman-teman senang sekali di rumah itu. Rumah kayu yang dihias indah. Sayangnya bagian dalam anyaman bambu itu dicat pink. Sedikit norak sih, tapi tetap enak dan sejuk. Oya rumah mereka dekat laut. Aku sudah cerita kann? Mereka yang menampung  dian saat musibah bandang. Bu carik sangat senang bertemu dian. Mereka benar-benar orang desa yang ramah. Kadang aku takut, kedatangan kami yang seperti ini. Yang lama tinggal di kota dan membawa barang-barang menurut mereka sedikit mewah. Aku takut mereka menjadi kepingin dan tak memiliki rasa murni sebagai orang desa. Bukannya aku merendahkan mereka. Tapi aku suka disain rumah mereka. Sungguh aku suka lantai rumah kayu dan pohon pete di depan rumah. Juga sawah disekelilingnya. Sungguh aku berharap sangat banyak tak ada perumahan atau pabrik yang tidak ramah lingkungan di sana. biarlah Jagabaya tetap apa adanya. Biar jakarta dan kota lainnya rusak asal jangan desa-desa itu.

Oya yang kusukai lagi adalah jalanan sepanjang Garut selatan itu. Apalagi daerah Rancabuaya. Jalanan yang lumayan sudah mulus beraspal, pemandangan pantai terhampar di kiri, padang rumput di kelilingi perbukitan di kanannya. Sungguh indah. Seperti sedang di New Zealand. Meskipun aku belum pernah ke sana tapi kira-kira seperti itulah dalam film.
Aku pikir ini unik dan aku jadi bertanya-tanya. Banyak sekali warung bakso kecil-kecilan di sepanjang jalan di Garut. Orang sunda suka bakso, itu kesimpulanku. Orang sunda terkenal suka ngemil, kata mas irwan. Hebat, bakso sepertinya berasal dari Wonogiri. Tempat yang sedikit gersang dalam ingatanku. Penduduknya tersebar di seluruh Indonesia bahkan luar negeri untuk jualan bakso. Ngomong-ngomong pula, rumah di garut juga unik terutama yang selalu ku amati sepanjang jalan ke Jagabaya. Rumah dengan semi panggung tidak terlalu tinggi hanya 30 cm sampai 50 cm dari permukaan tanah. Rata-rata terbuat dari bahan kayu atau anyaman bambu. Yang menarik mereka selalu memasang tirai dengan serasi.

Kami pulang dari Garut dengan kereta api jalur selatan. Susah payah kami mencari angkot carteran. Karena tidak sabar angkot yang di pesan tidak kunjung datang akhirnya aku memutuskan mencari sendiri. 1 jam menuju stasiun Cibatu kami tempuh hanya 30 menit. Sopir angkot yang berdedikasi, aku bilang saja kereta kami jalan jam 6.20. Dia lalu nyupir terbirit-birit. Harga 100rb menurutku setimpal untuknya dan untuk kami pengalaman ngebut semacam itu. Kereta Pasundan nyatanya baru jalan pukul 07.15.

Jika sebulan yang lalu aku pulang sendirian dengan pesawat dan berangkat pukul 7 sampai Semarang jam 8 pagi. Maka hari itu kami berenam sampai di Semarang pukul 8 malam. Menyebalkan karena setelah transit di kota Yogya kami naik bus ekonomi. Uang sudah habis dan tenaga kami menipis. Sempat berganti bus di terminal Magelang padahal mulannya kernet bilang itu bus Semarang. Aku yang sangat ngantuk lantas memaki-maki kernet bus dan tidak puas karena ia hanya menimpali yang penting selamat.
Perjalanan yang cukup menyenangkann sekaligus melelahkan.



dinding rumah kayu pak carik Jagabaya

asiknya, pagi-pagi buka jendela

rumah berdinding anyaman bambu itu sejuk sekali

Sungai Cikandang
tau hidrolik nggak? ini dia lho.

Sunday, 2 February 2014

Mondial.




Menghadap Utara, berjendela lebar, memiliki pintu yang berasal dari rumah buyut, berlantai kayu, bertiang kayu, serba kayu yang hangat, di kelilingi warna putih, hijau dan coklat, diinapi hiasan batuan tapi tetap tropis, berhalaman luas, menanam sayuran organik, berternak ayam, kelinci dan kuda, dekat lembah dan terletak di kaki gunung.

Semua orang ingin membangun rumah.

Ibu mengajarkan salam sebelum masuk, bapak berharap setiap anaknya tak berpamitan pergi cukup lama.
Kakek tak pernah lupa menanyakan oleh-oleh tembakau, dan nenek setia pada nasihatnya, "Kamu wanita".

Itu semua memberiku pelajaran. Takkan ada yang mengerti rumah, jika tak mengenal pergi dan pulang.
Jalanan panjang, liar dan tandus. Hujan yang sering meninggalkan genangan kenangan. Segala jenis kota yang memberi sekeranjang harapan. Desa-desa yang tak luput dan selalu memberi nuansa kemurnian.
Aku tersembuhkan.

Hadapi!

Jangan terus-terusan memeluk lutut, mengeluh minta diairi, dihalau durinya, dan meminta angin yang menunjukan arahnya.

Ketika tiba-tiba tornado memporak-porandakan semua, tiba-tiba kumpulan rencana harus rusak dan harapan terbuang sia-sia. Kamu harus ingat, bahwa bahkan ia datang untuk meratakan suhu panas di bumi ini, rahmat di tanah tinggal ini.


Salam,
mikrokosmos.

Tuesday, 3 December 2013

society - eddie vedder




It's a mystery to me
We have a greed with which we have agreed
And you think you have to want more than you need
Until you have it all, you won't be free

Society, you're a crazy breed
I hope you're not lonely without me

When you want more than you have, you think you need
And when you think more than you want, your thoughts begin to bleed
I think I need to find a bigger place
Cause when you have more than you think, you need more space

Society, you're a crazy breed
I hope you're not lonely without me
Society, crazy indeed
Hope you're not lonely without me

There's those thinking more or less, less is more
But if less is more, how you keepin score?
Means for every point you make your level drops
Kinda like you're startin' from the top
And you can't do that

Society, you're a crazy breed
I hope you're not lonely without me
Society, crazy indeed
I hope you're not lonely without me 
Society, have mercy on me
I hope you're not angry if I disagree
Society, you're crazy indeed
I hope you're not lonely without me

an inspirational original soundtrack I love the most, from Into the Wild the movie 

Thursday, 17 October 2013

Giliran Menyambangi Laut

Saya bukan orang yang ahli menceritakan dengan detail kejadian yang saya alami. Termasuk menuliskan catatan perjalanan ini. Yang saya bagi adalah hal-hal yang tidak penting bagi orang lain,, tapi sangat penting bagi saya. Hehe.

Setelah mendaki 5800 mdpl di Kilimanjaro, kemudian arung jeram di sungau arus deras, kini giliran laut menjadi titik konsentrasi saya. Orang lain menganggap bervakansi adalah ke tepi pantai, begitupun saya. Bukan sekedar vakansi dan refreshing, tapi menyeimbangkan badan. Supaya diri ini tidak hanya kenal bau gunung, sungai, tapi lengkap juga pulang ke laut. Bukankah begitu alur hidup sang air?

Saya....tidak bisa berhenti untuk percaya bahwa laut benar-benar simbol wanita. Kenapa begitu? karena pada kenyataannya laut adalah tempat pulang air dari gunung yang asalnya dari evaporasi laut juga kan? inilah makna vakansi bagi saya. Sebut saja saya naturalis. Karena saya melibatkan perasaan tertentu untuk mengartikan itu semua. Pantai, wanita, rumah, pulang.

Yang terbaru ini adalah satu dari sekian gugusan pulau di utara Pulau Jawa. Tidak sendirian, dikawal pulau yang lain, tapi dia spesial dengan sendirinya karena kami melibatkan perasaan kami dalam menempatkan pulau tersebut. Sambangan, Karimunjawa.

Menyelam yang terdalam 16 meter, menikmati simbol prestise kaum borju, Kerapu. Dahsyatnya adalah, lagi-lagi perjalanan laut ini hampir gratis. Kami datang bermodalkan suka-suka. Kerja keras lobi suatu perusahaan, jualan baju bekas, pokoknya jual diri beserta otak yanfGdipunya.

Inilah vakansi, tidak sekedar meliburkan diri, tapi juga merutinitaskan pada hal-hal yang menyenangkan. Kelak ini menjadi semangat kami untuk terus menuju ke dalam, lebih dalam lagi.

A bintang 1 terjalani, sabar menanti dan menabung untuk bintang 2 :)














Tuesday, 4 June 2013

Dongeng Bunda untuk Makhluk Kecil Tersayang.


“ Bunda… bisakah kau ceritakan dongeng tentang aku sendiri?”
“ Ada apa sayang? Apakah kamu bosan dengan cerita Kumba dan Suri keluarga kuda? Atau tidak penasaran lagi kepada kelanjutan kisah bunga angsana?”
“Aku hanya ingin Bunda bercerita kepadaku dari mana aku berasal, apakah aku dan Bunda sudah berteman sejak lama?”
“Sayangku, kamu sangat lucu. Kita berteman bahkan sejak sebelum Bunda tahu kamu sudah ada dalam perut ini selama 2 minggu. Bunda menangis mendengar bahwa akhirnya kamu ada, sayang….”
“Kenapa Bunda menangis? Bukankah Bunda punya teman baru seperti aku? Apakah Bunda sedih? Ayolah ceritakan semuanya Bunda….”
“Bunda tidak sedih sayang, bunda terlalu gembira sehingga meneteskan air mata. Tidakkah kau tahu betapa bahagianya aku dan ayah. Merindukan kamu setiap hari Nak… Kamu berasal dari suatu hari yang sangat indah, di mana waktu Ayah dan Bunda sangat tepat ketika bertemu. Kamu lahir dari cinta ayah dan cinta bunda, bergabung menjadi satu dengan doa. Dan saat itu Tuhan Yang Maha Baik menyukaimu, mempercayakanmu kepada kami berdua, lalu meniupkan namamu dalam perut Bunda, sayang…”
“Indah sekali Bunda…”
“Sangat  indah sayang, Bunda mengajakmu berteman mulai saat itu. Ayah tidak mau ketinggalan, dia selalu membelaimu, menyanyikan kamu lagu anak-anak yang lucu, dan sering mengajakmu bermain. Namun saat itu kita terpisah Nak, rumahmu ada dalam perut Bunda. Karena kau masih sangat muda dan Tuhan belum mengizinkan kamu untuk jauh dari perut Bunda”
“Kenapa aku sangat kecil sekali waktu itu Bunda? Mengapa Bunda mau berteman dengan aku yang sangat kecil?”

“Tahukah kamu sayang? Dulu Bunda juga sangat kecil. Manusia pasti pernah memiliki badan yang sangat kecil. Bunda tahu rasanya menjadi manusia yang kecil, jadi bertemanlah dengan Bunda sampai kapanpun, jangan takut, ceritakanlah semuanya kepada Bunda.. Mengerti Nak?”
“Iya Bunda, meskipun aku kecil namun aku punya banyak boneka dan kertas bergambar  untuk Bunda. Ambil saja Jika Bunda mau, Bunda adalah teman terbaikku”
“Terimakasih sayangku, sesuatu yang paling ajaib dititipkan kepada Bunda untuk dimiliki sementara adalah kamu, semoga kamu selalu ingat bahwa hati kita saling memiliki ya Nak"
"Aku tidak terlalu mengerti apa yang Bunda katakan, tapi suatu hari nanti jika ibu butuh hatiku aku mau memberikannya kok"

Bunda mengusap air mata di pelupuknya. Mencium dahiku, membelaiku dan membisikan bahwa aku harus segera tidur.

Aku masih sangat kecil, namun aku selalu ingat bahwa momen terbaikku adalah saat aku sangat dekat dengan Bunda. Benar kata pepatah, ibu adalah penyambung tangan Tuhan.




Wednesday, 22 May 2013

Kekemuning, Kekekasih


Sore ini, langit cerah, angin bertiup lembut, bau matahari akrab pada jendela kayu kamar saya. Melupakan kekecewaan pada secangkir teh yang dirayakan semut,saya menyeduhnya satu jam lalu. Lagi-lagi karena asyik bengong dan bersenandung.

"Pelita ...
kemuning kita
di usainya senja.."

Seseorang bernama Tiyan sedang membuat saya rindu. Dia adalah sahabat yang menyenangkan, kekasih yang penyayang dan teman yang lucu -hehe.



"...Meluruhkan gulita
kelabu segera berganti
Kinanthi ..."



Perjalanan yang lalu menyadarkan, bahwa mencintai adalah menerima. Termasuk segala apa yang nanti memberatkan saya. Dan untuk cinta yang baru, saya akan membawanya seringan kapas untuk bergerak, dan sebebas merpati untuk tidak saling mengikat. Yang penting kami tahu satu, kami saling membutuhkan untuk membaikkan. Kami ingin menjalaninya dengan pelan tapi pasti. Santai tapi serius.


Semoga Tiyan tahu bahwa saya telah memiliki cara-cara sendiri untuk menerima hal-hal yang tidak mengenakan. Saya tidak ingin terlalu merepotkannya. Sudah cukup bagi saya diterimanya menjadi diri sendiri, bebas mengungkapkan apa yang saya rasakan.
Di depannya saya hanya ingin menumpahkan segala yang kita sepakati tanpa perlu banyak janji. Berdua ingin bahagia sewajarnya, tumbuh dan berkembang bersama menikmati fase hidup yang terjalani.




Wednesday, 20 March 2013

Björk Guðmundsdóttir



Björk


Manusia bebas memilih menjadi apa saja untuk menjadi makhluk yang berbahagia. Dan menjadi seniman adalah bukan sekedar memilih. Namun cara memperlakukan pilihan untuk hidup dengan mengapresiasi otak yang dimiliki dan mengekspresikan setiap alam pikirannya untuk menyampaikan makna kepada dunia. Itulah kenapa senantiasa seniman disebut nyeleneh, kadang-kadang liberalis, sembrono, aneh, dan tidak biasa. Namun sebutan apapun yang ditempelkan masyarakat padanya, ia tetap menjadi ia. Si manusia yang bebas dan selalu berupaya berkarya untuk menyampaikan makna.

Björk bukan seorang penyanyi biasa saja. Jika hari ini Lady Gaga dikenal sebagai penyanyi yang mendunia karena gayanya yang aneh dan tidak biasa, maka Björk sudah lebih dulu eksis pada tahun 1990-an, di mana keanehan Björk diterima oleh industri Amerika yang notabene selalu kurang ramah dengan penyanyi luar Amerika. Keanehan Björk yang berasal dari Islandia dimaknai sangat bertanggung jawab. Musikalitas yang luar biasa apik, genre musik Björk yang menggaungkan unity in diversity, yaitu campur aduk atau fusion  genre musik  yang berharmonisasi menjadi satu. Penampilan panggung yang memukau karena ketidakbiasaannya, belum lagi bakat lain Björk sebagai composer, penulis dan juga bermain film.


Björk Guðmundsdóttir


Lahir pada tanggal 21 November 1965 di Reykjavík, Iceland. Kecintaanya terhadap musik mulai dipupuk semenjak bergabung di sebuah les piano pada saat ia masih duduk di bangku sekolah dasar. Pada saat itulah karir musiknya juga dimulai. Seorang guru lesnya mengirimkan rekaman yang berisi vokalnya yang menyanyikan I Love to Love milik Tina Charles kepada sebuah stasiun radio. Ternyata suara Björk menarik perhatian sebuah label dan mengajak Björk untuk merekam sebuah album. Maka lahirlah debut musiknya yang diberi judul sesuai dengan namanya, Björk (1977).

Björk remaja semakin eksperimental. Mula-mula ia menginfusi musik punk dalam aliran musiknya. Kemudian ia melirik jenis musik lain seperti jazz, house dan Björk mulai dikenal karena hobinya yang mengotak-atik berbagai jenis musik dengan beragam instrument musik pula. Selera gothik Björk tetap mendapat porsi lebih, dari sinilah Björk  mulai dikenal dengan trademark sebagai penyanyi unik dan tak ada yang mampu menyainginya.

Sempat beberapa kali Björk membuat band, salah satunya The Sugar Cubes, namun pada akhirnya ia memutuskan keluar dan bersolo karier. Albumnya yang pertama yang terdengar sangat ekletik dengan dilator belakangi musik elektronikanya yaitu Debut dengan lagu Human behaviour sukses menembus hingga pasaran Amerika.

Pasca kesuksesan Debut, Björk pun mulai mengembangkan jenis musiknya kedalam wilayah yang luas lagi. Atmosifr elektronika-punk kini dicangkokkan dengan unsur-unsur dance dan techno. Maka dirilislah album kedua, Post (1995), yang tak kalah berkelasnya. Perpaduan ini menjadikan musik Björk mempunyai rasa yang lebih futuristik meski tetap mengandalkan atmosfir kelam yang menjadi ciri khasnya.


Dalam periode 90-an hingga awal 2000, Björk tidak hanya terkenal dengan album-albumnya yang artistik, akan tetapi juga kumpulan musik video yang sangat terkonsep dan theatrikal. Beberapa video malah terkesan absurd dan surealis namun tidak mengurangi nilai lebih video-video Björk ketimbang artis-artis lainnya. Ia adalah contoh penyanyi yang sukses mengkolaborasi antara musikalitas dengan sinematis via musik video, menjadi satu kesatuan seni yang solid dan mengagumkan.
Akting memang bukan hal yang baru bagi Björk, karena dari tahun 80-an ia telah membintangi sejumlah film, meski tidak banyak dalam hal jumlah judul, sehingga dalam setiap video ia kerap dapat tampil total dan ekspresif. Bahkan pada tahun 2000, Björk turut membintangi sebuah film karya auteur Swedia kenamaan Lars Von Trier. Akting Björk sangat dipuji disini karena ia berhasil menampilkan karakter seorang perempuan lemah yang harus menghadapi tragedi dalam kehidupannya dengan tegar. Sambutan kritisi cukup positif meski film ini juga tidak terlalu sukses secara komersial, karena pada dasarnya film lebih bertujuan untuk konsumsi seni ketimbang komersil. Björk sendiri juga mengisi album soundtrack untuk film ini. Sebagai single utama, ia berkolaborasi dengan Thom Yorke yang sudah lama mengaguminya dalam lagu yang berjudul I’ve Seen It All. Lagu ini menerima nominasi Oscar untuk Lagu Terbaik.


 
Björk

Hanya Björk seorang yang memasukan rekaman suara bunga yang mekar, beras tumpah, suara kereta api dekat rumahnya, dalam ebat elektronik dan menggabungkan dengan harpa untuk menjadi musik pengiringnya.
Kemampuan Björk membuat lirik lagu sangat mengagumkan. Lirik lagu yang ia ciptakan mungkin sulit dimengerti kaum awam, namun jika diperhatikan, Björk hanya ingin menyampaikan pesan melalui lirik lagunya yang dalam dan universal. Ia bisa menceritakan tentang kedamaian seperti dalam lagunya Declare Independence , kemudian deskripsinya tentang tingkah laku manusia yang unik dalam lagu Human Behaviour . Beberapa kali ia memasukkan puisi-puisi dari penyair Amerika E. E. Cummings. Untuk mendukung albumnya, Björk juga merilis sebuah buku kumpulan foto dan prosa yang diberi judul Björk
Album Björk terbaru yang rilis pada 2011, 2 tahun yang lalu yaitu Biophilia. Konsep Biophilia sendiri adalah terminologi untuk menggambarkan adanya keterikatan antara manusia dengan sistem kehidupan lainnya.  Oleh karenanya setiap track memiliki tema-tema tertentu dan atmosfir lagu pun kemudian mengadopsi tema tersebut. Misalnya Hollow yang memiliki tema tentang DNA dan kemudian secara musikalitas, Björk menndefinisikan dengan ritme. Aransemen pun sengaja dimanipulasi agar menciptakan efek kosong dan gaung. Atau Sacrife yang berhubungan dengan konsep manusia juga alam dan dikaitkan dengan notasi dalam musiknya, sehingga lagu mengandalkan efek derap yang rapat dan intens sementara musik yang mengawang menjadi latarnya.
Tampak bahwa setiap album Björk menggarapnya dengan matang dan sempurna. Albumnya yang meditatif tak sekedar enak didengar namun juga membangun kesadaran. Kemampuannya dalam mengeksiskan alam semesta, manusia dan seni menjadi satu dengan teknologi sampai saat ini tak ada yang mampu menandingi. Björk mampu membicarakan kematian, sains, manusia, DNA, kesadaran dengan membawa instrument semacam reactable, aplikasi IOS bahkan gravity harpa.
Dari sinilah Björk disebut seniman sejati. Karena ia mampu menyampaikan pesan kepada dunia dengan ekspresi dan eksperimennya akan alam pikiran menjadi sesuatu yang dapat dinikmati oleh manusia lain.